Jatuh Bangun Chef Hatta Kembangkan Kuliner Molecular Gastronomy

Jatuh Bangun Chef Hatta Kembangkan Kuliner Molecular Gastronomy – Tren kuliner di dunia berkembang pesat, tak kecuali dengan teknik molecular gastronomy. Sayangnya untuk teknik berikut tak banyak berkembang di Indonesia. Hal ini menyebabkan rasa penasaran Chef Muhammad Hatta.
“Di luar negeri itu terlampau cepat (tren kuliner) berkembang, tapi tidak di Indonesia. Slot Gacor   Saya kan selamanya ngikuti tren kuliner di luar negeri, mulai dari klasik, fusion, dan yang paling baru molecular gastronomy ini,” sadar pria kelahiran Manado tahun 1980 ini saat dijumpai disela Molecular Gastronomy Popup Event yang digelar Harris Hotel Gubeng Surabaya.
Molecular gastronomy adalah teknik pengolahan makanan yang merupakan penggabungan antara science (tepatnya unsur fisika dan kimia termasuk perubahan molekul terhadap bahan makanan) dan tentu saja kreasi dari bahan makanan itu sendiri.
Selalu mengikuti tren Situs Slot Gacor  kuliner di luar negeri jadi hal harus yang dilaksanakan Chef Hatta untuk berinovasi dalam memproduksi berbagai jenis bahan makanan untuk kreasi hidangannya.
“Seorang chef tak cuma dituntut untuk menyajikan santapan lezat yang siap memanjakan lidah penikmatnya, tapi termasuk harus terus berinovasi dalam memproduksi berbagai jenis bahan makanan untuk kreasi hidangannya,” tegasnya.

Di mata Chef Hatta memproduksi makanan dengan teknik molecular gastronomy terbilang lumayan unik. Apalagi tak banyak chef yang memiliki keahlian ini.
“Saya ada basic (molecular gastronomy) yang aku bisa sepanjang bekerja di hotel. Slot88 Hanya memang harus kami perdalam gara-gara ini kan memakai bahan kimia, kami harus sadar betul perihal bahan kimia yang safe saat digunakan sebagai teknik pengolahan bahan makanan,” tutur Chef yang berdomisili di Jogjakarta ini.
Ingin terus mengembangkan kuliner molecular gastronomy, Chef Hatta memastikan untuk berkarier secara independen. Di tahun 2018, Chef Hatta mendirikan sebuah resto yang secara khusus menyajikan teknik molecular gastronomy.

“Memiliki resto adalah mimpi aku sejak memastikan mendalami profesi sebagai chef. Tapi resto sudah banyak ya, jadi aku harus menampilkan sesuatu yang berbeda. Karena aku tertarik dengan molecular gastronomy dan tidak banyak resto yang secara khusus ada teknik ini, jadi aku memastikan untuk mengakibatkan resto yang secara khusus termasuk menyuguhkan molecular gastronomy,” paparnya.
Badai pandemi yang menghantam Indonesia terhadap medio Maret 2020, ikut berimbas terhadap resto Chef Hatta sampai harus gulung tikar.
“Waktu itu resto aku kelola sendiri, dan kena pandemi selanjutnya gulung tikar,” tukasnya.
Meski restonya harus gulung tikar, Slot Online  tapi tak menyurutkan semangat Chef Hatta untuk mengembangkan kuliner molecular gastronomy. Seiring melandainya pandemi, Chef Hatta berusaha kembali membangun mimpinya, menghadirkan restoran yang secara khusus menyuguhkan teknik molecular gastronomy.
“Belajar dari pengalaman sebelumnya, aku cari partner yang satu visi. Alhamdulillah dapat, dan kami membuat The Sense Kitchen,” ujarnya.
Momen Natal 2021 jadi moment tak terlupakan bagi Chef Hatta. Pasalnya di moment itu kuliner molecular gastronomy yang disuguhkannya sold out.
“Kuliner molecular gastronomy itu banyak peminatnya. Ini gara-gara penikmat kuliner kan bosen ya dengan menu yang itu-itu saja, dan molecular gastronomy ini dianggap hal yang unik dengan segala sensasinya. Misalnya makan disertai hujan, itu sensasinya layaknya apa?” tandasnya.
Di Surabaya penikmat molecular gastronomy dianggap Chef Hatta lumayan banyak. Ini terbukti dengan sold out ya menu yang di sajikan dalam Molecular Gastronomy Popup Event.
“Kita membuat event ini cuma tiga hari saja, tepatnya sampai hari Minggu (6/11). Tapi menu yang kami menawarkan sudah sold out. Malah aku ditawari untuk membuat event layaknya ini di sini saat moment Natal nanti,” tukasnya.